Pengamat Politik Tanggapi Viral Video Kadis Batam: Klaim AI Perlu Diverifikasi

Batam — Pengamat politik tanggapi viral video yang diduga merupakan Kepala Dinas Pemko Batam. Beredarnya video tak senonoh yang disebut-sebut mirip Kepala Dinas di Batam menjadi sorotan publik. Pihak yang bersangkutan telah melapor ke kepolisian dengan klaim bahwa video itu merupakan rekayasa AI (Deepfake), diduga dibuat untuk tujuan pemerasan.

Menanggapi klaim tersebut, pengamat politik Abdul Salam Ahmad menegaskan bahwa narasi AI perlu dikaji lebih jauh. “Klaim bahwa video ini hasil rekayasa AI memang perlu diverifikasi secara teknis. Namun, sebagai pengamat, saya menilai ada indikasi bahwa video ini bisa saja asli, mengingat teknologi AI saat ini belum sempurna meniru gerak natural dan ekspresi manusia secara penuh,” ujar Abdul.

Menurut Abdul, fokus masyarakat seharusnya tidak hanya pada apakah video itu asli atau rekayasa, tetapi juga pada konsekuensi etis bagi pejabat publik. “Keaslian video bukan sekadar urusan privat, tetapi cermin dari kualitas moral seseorang yang memegang mandat publik. Jika terbukti asli, skandal ini menjadi indikator serius krisis keteladanan dalam birokrasi,” tambahnya.

Pemerintah Kota Batam merespons cepat dengan membentuk tim investigasi internal melalui Sekretaris Daerah dan BKPSDM. Langkah ini, menurut Abdul, penting, tetapi efektivitasnya bergantung pada transparansi dan objektivitas tim investigasi. Publik mengharapkan hasil penyelidikan yang jelas, bebas dari pengaruh jabatan dan tekanan politik.

Lebih lanjut, pengamat politik ini menyoroti integrasi antara laporan kepolisian terkait dugaan pemerasan dan investigasi internal Pemko Batam. Menurutnya, keputusan Wali Kota untuk menyarankan pejabat bersangkutan “beristirahat” sementara waktu adalah langkah awal yang tepat. “Kejujuran teknis melalui ahli forensik digital akan menjadi penentu terakhir. Jika video terbukti asli, sanksi tegas bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan demi memulihkan kepercayaan publik,” jelas Abdul.

Hingga saat ini, kepolisian Batam masih melakukan penyelidikan. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan video dan menunggu hasil resmi. AkselerasiNews terus memantau perkembangan kasus ini dan akan menghadirkan laporan berikutnya setelah investigasi selesai.



Red/Abul Salam Ahmad | Redaksi Akselerasi News

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *