Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus USD 82

BATAM – Iran resmi menutup total Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026) menyusul eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur pelayaran strategis tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus USD 82 per barel.

Keputusan itu diumumkan setelah wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara koalisi AS–Israel akhir pekan lalu. Pemerintah Teheran menyebut penutupan sebagai respons atas “agresi militer” dan pelanggaran kedaulatan negara.

Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan seluruh kapal tanker dan kapal komersial dilarang melintas hingga situasi dinyatakan aman. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap hari.

Lonjakan harga Brent terjadi kurang dari 48 jam setelah pengumuman resmi. Analis memperingatkan gangguan pasokan global dapat terjadi jika blokade berlangsung lebih dari beberapa hari. Sejumlah kapal tanker dilaporkan tertahan di perairan sekitar Teluk Oman.

Di sisi lain, Amerika Serikat meningkatkan kesiagaan militernya melalui United States Fifth Fleet yang berbasis di Bahrain. Washington menyatakan kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan internasional.

Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan tengah memantau situasi dan menyiapkan rencana kontingensi bagi WNI di kawasan terdampak. Pemerintah juga mengkaji dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN 2026, terutama terkait subsidi energi.

Hingga Selasa malam, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih berlangsung tanpa tanda de-eskalasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *